Thursday, 13 October 2016

Arsitektur Ligkungan - Kritisi Desain Arsitetur Ramah Lingkungan

Pendahuluan


Global warming telah menjadi masalah kita semua pada abad 21 ini. Masalah yang disebabkan karena perbuatan manusia yang  kurang peka terhadap lingkungan ini. Meskipun masalah ini adalah ulah kita sebagai manusia sendiri, apakah kita dapat memperbaikinya? Ya kita pasti dapat memperbaikinya dengan berbagai usaha kecil namun bermanfaat. .Salah satu dari banyak usaha kecil itu adalah rumah ramah lingkungan. Rumah ramah lingkungan merupakan bangunan yang arsitektur, material, dan proses konstruksinya ramah lingkungan. Rumah terutama yang akan dikontruksi harus ramah lingkungan. Ramah lingkungan dalam arti tidak melukai lingkungan.


Kritisi Desain Arsitektur Ramah Lingkungan
Distort House
Arsitek: TWS & Partners



Rumah unik ini didesain cantik nan asri dengan memanfaatkan banyaknya area hijau disekitarnya. San arsitek sengaja memutar sumbu sekitar 15 derajat agar mendapat view yang maksimal dari taman kota sekitar rumah.
Ruang public dan semi publk ditempatkan pada lantai pertama dengan banyaknya ruang-ruang terbuka yang seakan menyatu dengan alam sekitar. Sedangkan area pribadi ditempatkan di lantai 2 yang memiliki view terbaik pemandangan kota


Bangunan tropis yang unik ini menggunakan material yang tidak merusak alam sekitar dari bahan daur ulang, jendela-jendela kayu menggunakan material dar ulang yang menciptakan kesan unik tampak depan rumah.
Anda bisa melihat pada setiap ruang, kolom dan balok di-finishing dengan plesteran beton diantara dinding-dinding yang diberi warna putih


Atap rumah menggunakan kayu-kayu daur ulang dari peti kemas (panel kayu). Rumah ini menggunakan genteng terakota tanpa finish mengkilap supaya lebih ramah lingkungan. Atap tanah liat tanpa glasir ini bisa memantukan hingga 70 persen panas sehingga tidak masuk ke dalam rumah secara langsung. Bagaimana? Rumah ramah lingkungan, bukan?



Refrensi:
1. http://www.kompasiana.com/vincentftd/
2. http://www.desainic.com/
3. http://www.rumah.com/

Sunday, 9 October 2016

Tipologi Bangunan - Analisa Arsitektur Periode Modern dan Klasik

Arsitektur Klasik




Masyarakat Yunani cinta pada keindahan (seni) yang tidak mengarah pada hal-hal yang berlebihan (penuh penahanan diri dan prestasi). Karya seni yang penuh penahanan diri tersebut menghasilkan “keseimbangan” yang sempurna serta “keutuhan” yang seterusnya disebut sebagai “klasik”. Karya seni diperuntukkan bagi persembahan pada dewa-dewanya.

Paham tentang seni dan arsitektur adalah :
§  Kepolosan
§  Keanggunan
§  Kegunaan

Karakter Arsitektur

Arsitektur Aegea ( 3000 - 1100 BC)
Arsitektur di pulau Kreta dan Mikena serta pulau lain disekitarnya berbeda dengan karakter arsitektur di daratan Yunani. Penduduk kepulauan tersebut berasal dari Asia Kecil yang berimigrasi ke pulau Kreta dan sekitarnya serta membawa budaya asalnya.

Bangunan rumah tinggal menggunakan atap datar yang merupakan typical daerah timur, sedangkan cahaya dimasukkan melalui celah-celah lubang atap. Ruang menggunakan “Cella”, yaitu ruang yang keempat sisinya tertutup (massif dengan satu sisi sebagai bukaan (pintu).

“Megaron” adalah unit rumah tinggal dengan fasilitas sebagai berikut :
§  Berbentuk cella yang dilengkapi dengan lobby/vestibule.
§  Entrance dan serambi depan yang mengarah kedalam.
§  Thelamus (ruang tidur) yang diletakkan dibagian paling belakang.
Bahan bangunan :
§  Memakai batu pecah ataupun batu gamping/gibs yang dikeraskan untuk lapisan lantai.
§  Bata yang dikeringkan untuk dinding
§  Atap memakai kayu.

Arsitektur Yunani Daratan (650 – 30 BC)
Ada dua phase peradaban Yunani Daratan, yaitu :
1. Phase Hellenic
2. Phase Hellenistic

Phase Hellenic (650 – 323 BC)
§  Karakter masyarakatnya sangat menjunjung tinggi kepercayaan dan seni, sehingga kuil menjadi bagian yang terpenting. Pada mulanya kuil mengambil bentuk dasar dari Megaron selanjutnya dikembangkan.
§  Konstruksi utama memakai system kolom (tiang) dan balok (gelagar).
§  Bentuk-bentuk dari konstruksi kayu ditiru pada bahan yang lain yaitu marmer “Carpentry in marble” mulai tahun 600 BC.
§  Dinding memakai bata yang dikeringkan atau dengan terakota.
§  Penyelesaian eksterior lebih dipentingkan karena masyarakat Yunani berkosentrasi pada elemen yang cocok dengan iklim serta masyarakat pemakainya (masyarakat Yunani senang dengan udara terbuka) terutama Kuil dan Agora.
§  Hubungan dengan dewanya terjadi di udara terbuka dengan angin yang berhembus sepoi melalui “Collonade” yaitu barisan tiang yang menopang atap pada serambi memanjang serta “Portico” yaitu barisan tiang penopang atap pada serambi depan (memendek), sebagai ucapan selamat datang dengan permainan bayangan gelap terang oleh tiang (kolom) gaya Doric yang tertimpa sinar matahari.

Phase Hellenistic (323 – 30 BC)
§  Pada tahun 480 BC Persia menghancurkan Yunani, Akropolis kota diatas bukit sebagai kompleks bangunan suci juga ikut hancur. Oleh Perikles pemimpin Yunani, Athena dibangun kembali.
§  Pada phase ini banyak dibangun public building (bangunan umum) yang berkembang sangat pesat, bervariasi dan berkesan megah.
§  Banyak dibangun “Stoa” yaitu teras memanjang bertiang banyak yang menghubungkan antara bangunan yang satu dengan yang lainnya serta berfungsi sebagai tempat untuk diskusi yang beratap agar terhindar dari hujan dan terik matahari. Stoa merupakan pasangan dari “Agora” yaitu tempat untuk pertemuan umum di luar juga sekaligus sebagai pasar bagi masyarakat Yunani (terutama di Athena)


Bangunan pada masa Yunani

Propilae di Akropolis Athena
Merupakan gerbang ke tempat-tempat suci di Akropolis dan sekaligus juga sebagai tempat pagelaran seni dan tempat pertemuan umum. Gayanya mengandung campuran antara tiang corak Doric dan Ionic yang terbuat dari batu pualam setempat yang diambil dari gunung Pentelikus di dekat Athena. Pualam ini berubah warna menurut perubahan cahaya matahari dari warna emas dan coklat ke merah jambu kelabu.



Agora
Agora merupakan tempat umum yang dipakai untuk tempat berkumpulnya masyarakat kota, semacam alun-alun yang berfungsi sebagai pasar.


Stoa
Suatu bangunan memanjang (teras) dengan banyak tiang yang fungsinya untuk tempat masyarakat umum berteduh dari hujan ataupun panas, merupakan pasangan agora yang terbuka juga untuk menghubungkan antar bangunan.

Akropolis
Komplek bangunan suci yang terletak di puncak/ tempat tertinggi di Athena, paling atas dipakai sebagai kuil/ tempat tinggal dewa-dewi yunani.



Theater
Merupakan bangunan terbuka setengah lingkaran yang menempel pada lereng-lereng gunung (karena belum ada teknologi untuk penyelesaian konstruksi yang berdiri sendiri dengan skala besar), dengan batu cadas yang dibuat berundak-undak sebagai tempat duduk, dan berakhir pada stage yang digunakan sebagai area persembahan yang berbentuk lingkaran.

Fungsi bangunan tersebut adalah untuk persembahan drama tari dan nyanyi bagi dewa Dionisious (Dewa Seni).

Agar suaranya dapat didengar oleh seluruh warga yang menjalani upacara persembahan tersebut, maka dengan membentuk area seperti gentong (sistem akustiknya), persoalan suara dapat diatasi.






Order Langgam
Ada beberapa langgam yang dapat dikenali pada arsitektur Yunani (dari masa kebudayaan Aegea sampai dengan Hellenistik), yaitu:

Langgam Doric
Merupakan langgam yang berasal dari daerah Doria, merupakan kepala tiang tanpa hiasan (polos), lengkung sederhana dan tanpa alas pada dasar tiangnya, sehingga langsung menempel pada lantai.



Langgam Ionic
Merupakan langgam yang berasal dari pesisir yaitu ionia, kepala tiangnya mengambil bentuk noctilus (kerang besar). Bentuknya melingkar pada kedua sisinya, sedangkan pada dasar tiang memakai alas.



Langgam Corinthian
Merupakan langgam dari daerah pegunungan mengambil alih bentuk-bentuk alam (flora) daun Achantus. Pada dasar tiang menggunakan alas, bertumpu pada lantai berundak.





Arsitektur Modern
Perkembangan Arsitektur Modern meliputi perkembangan pemikiran mengenai konsep bentuk, ruang, fungsi, dan konstruksi. Penekanan disini lebih pada pembahasan bentuk dan ruang. Ciri pokok dari bentuk adalah ”ada dan nyata atau terlihat atau teraba”, sedangkan ruang memiliki ciri khas “ada dan tak terlihat atau tidak nyata”. Ditinjau dari segi bentuk, bangunan Arsitektur Modern memungkinkan untuk menghasilkan bentuk-bentuk yang tidak biasa karena perkembangan teknologi struktur dan konstruksi serta perkembangan teknologi bahan. Sedangkan dilihat dari segi ruang bangunan Arsitektur Modern bersifat lebih mengalir berdasarkan proses sirkulasi dan berkegiatan (step to step).
Dari segi konstruksi, perkembangan Arsitektur Modern ditandai oleh penggunaan konstruksi beton bertulang, baja dan bahan-bahan bangunan yang ringan. Dilihat dari segi fungsi, bentuk bangunan Arsitektur Modern menggunakan modul manusia (Le Corbusier), karena bangunan ditekankan pada fungsinya. Berdasarkan Slogan Le Corbusier “rumah sebagai mesin untuk tempat tinggal”, yang menginginkan dua hal. Yang pertama adalah sebuah rumah yang menyerupai mesin yang murah, standard, mudah digunakan dan mudah dalam perawatan. Tapi ia juga mengartikan sebuah rumah yang didisain dengan kejujuran. Oleh karena itu slogan tersebut menjadi terkenal pada masa perkembangan Arsitektur Modern dan menjadi konsep dasar suatu rancangan bangunan yang modern.
Bentuk
Bentuk dalam Arsitektur Modern tidak ditentukan dan dibentuk dari fungsi maupun bahan bangunan yang dipakai. Dalam Arsitektur Modern bentuk, fungsi dan konstruksi harus tampak satu kesatuan dan muncul menjadi bentuk yang khusus dan spesifik antara gabungan ketiganya. Solusi unik umumnya karena teknik-teknik konstruksi modern menjadikan semua bentuk mungkin untuk dibangun. Bentuk yang diinginkan adalah bentuk-bentuk sederhana, karena semua gaya lama amat kompleks dan dipenuhi oleh ornamen. Bentuk dasar pada Arsitektur Modern adalah bentuk–bentuk geometri (platonic solid) yang ditampilkan apa adanya.
Arsitektur Modern pada dasarnya masih melakukan pengulangan bentuk-bentuk rasional pada awal abad 20, dimana fungsi masih menjadi inspirasi utama, dan pada masa kini bebas dalam mengembangkannya. Selanjutnya mereka memanfaatkan material dan teknik konstruksi yang baru, Muncul pemikiran baru tentang struktur yang tergantung pada tempat dimana bangunan itu dibangun.
Ruang
Satu hal yang tak dapat disangkal tentang Arsitektur Modern adalah kesadaran dalam mendesain ruang. Dalam sejarah, ruang telah ada hanya didalam struktur (diluar hanyalah alam, ketidakaturan dan tidak dapat diukur). Konsep ruang pada Arsitektur Modern yaitu ruang tidak terbatas meluas kesegala arah, ruang terukur/terbatasi/terlihat bayangan strukturnya (segi empat). Arsitektur Modern dipahami dalam tiga dimensi. Ruang yang di dalam merupakan eksperimen ruang tak terbatas dengan partisi yang dapat ditelusuri melalui ruang-ruang yang dilalui. Pola perletakan ruang lebih mengalir dan berurutan berdasarkan proses kegiatan.
Pada perkembangannya Arsitektur Modern memiliki bentuk dan struktur yang tetap. Bagian fisik dari Arsitektur Modern sebagai pemecahan yang radikal dari sebuah masalah yang fungsional; yang tidak dapat hilang sebagai bagian dari estetika yang merupakan manipulasi dari ruang yang tidak terbatas dan tidak terukur.
Berikut beberapa contoh tentang konsep bentuk dan ruang dalam Arsitektur Modern:
(menurut para tokoh Arsitek terkemuka)















villa savoye, Le Corbusier.
villa savoye, Le Corbusier.
·  Ruang yang tercipta haruslah seefisien mungkin, sesuai dengan kaidah industri. Karena ruang adalah mesin    untuk ditinggali/ditempati. Keindahan diperoleh dari purism (kemurnian), dimana bentuk-bentuk yang digunakan adalah bentuk yang halus dan sederhana.
· Bentuk bangunan menggunakan modul manusia, karena bangunan ditekankan pada fungsinya.
· Bentuk bersifat kubisme dan futuristik.
Farnsworth house, Fox River, Illinois, 1950
· Ruang haruslah sederhana dan apa adanya, karena dari situlah estitika berasal. Fleksibel adalah nilai tambah tersendiri bagi sebuah ruang yang dapat memberi kesan dinamis dan adaptif. Secara struktural ruang harus terpisah antara kolom dan dindingnya (skins & bones).
Bentuk bersifat kubisme dan futuristik
Fagus Factory, Alfeld-an-der-Line, Walter Gropius.
· Pembentukan ruang dimulai dari suasana, kemuian beralih pada fungsi. Keindahan ditemukan dari produk industri dan bukan dari alam.
· Penciptaan bentuk bangunan, disesuaikan dengan pola perletakan dan hubungan antar ruang yang urut berdasarkan sequence proses kegiatan penghuninya.
Falling Water, Frank Lloyd Wright
Falling Water, Frank Lloyd Wright
· Ruang terbentuk karena interaksinya dengan lingkungan alam. Bagaimana lingkungan bisa merespon faktor-faktor alam, atau mengambil filosofi kesederhanaan dan kesempurnaan dari alam.
· Bentuk suatu bangunan sangat bersifat kontekstualism dengan merespon kondisi alam, korelasi alam, topografi dengan Arsitektur terwujud pada bentuk bangunan yang mengadopsi bentuk lokasi tapak dari bangunan.
Arsitektur (Modern) Minimalis.
Arsitektur Minimalis itu berakar pada Arsitektur Modern. Prinsip utama dari Arsitektur Minimalis ini masih berpedoman pada Arsitektur Modern, yaitu fungsional dan efisiensi. Fungsional berarti bangunan tersebut benar-benar mampu mewadahi aktifitas pemakainya, dan efisiensi harus mampu diterapkan ke berbagai hal; efisiensi biaya, efisiensi waktu pengerjaan dan aspek free maintenance pada bangunan.
Penggunaan ornamen pada Arsitektur Minialis muncul kembali, namun bukan berupa bentuk-bentuk rumit, tapi lebih sederhana dan sifatnya geometric. Penggunaan ornamen ini juga lazimnya tidak dominan, namun hanya sebagai aksen pemanis saja. Penggunaan pengolahan material pada bangunan juga lebih attraktif dan bervariasi. Walaupun bentuk ekspresi box pada bentuk masih dominan, explorasi ke bentuk-bentuk lainnya seperti bentuk lengkung dan bidang miring banyak diterapkan.
Karena menyikapi iklim tropis di Indonesia bentuk atap menyesuaikan dengan bentuk atap pelana atau perisai/limasan dengan penutup atap genteng, ketimbang memilih bentuk atap datar (cor beton). Akhirnya bisa dibilang Arsitektur Minimalis sekarang ini merupakan Arsitektur Modern yang telah mengalami pengembangan desain sesuai dengan fungsi, material dan konstruksi.
Rumah dengan gaya Arsitektur Modern didominasi eksterior jendela berukuran lebar dan tinggi. Lis plang beton pada rumah modern didapati memanjang dengan kanopi yang menjorok ke depan. Adapun untuk interior rumah dilengkapi dengan ornamen sederhana dengan plafon bertingkat dan ruang kosong yang menambah kesan ruangan yang lebih luas.
Ruang-ruang pada Arsitektur Modern saling terhubung satu sama lain tanpa sekat pembatas. Ruang-ruang hanya dibatasi oleh interior yang tidak permanen. Ruangan pun transparan, menggunakan dinding kaca sebagai pembatas.
Bahan bangunan yang sering digunakan untuk Arsitektur Modern biasanya stainless steel finishing polished, kaca berwarna (printed glass), alumunium anodized. Bahan-bahan yang digunakan tersebut merupakan bahan yang mencirikan Arsitektr Modern di awal berkembangnya gaya Arsitektur Modern di Indonesia.
Arsitektur (Modern) Minimalis.
Arsitektur Modern menawarkan keindahan yang asli dan bukan sekedar meniru. Gaya yang dihadirkan sangat unik lain dari yang lain. Membangun rumah dengan gaya Arsitektur Modern membutuhkan imajinasi yang luas. Imajinasi yang dituangkan dalam bangunan Arsitektur Modern pun menjadi ciri khas tersendiri. Demikian beberapa ciri Arsitektur Modern yang dengan mudah Anda temukan pada banyak bangunan rumah sekarang ini.

Refrensi :

2.       http://itscomma9.com/arsitektur-modern/