BAB II
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A. Manusia
Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan
dapat di pandang dari berbagai macam segi. Dalam ilmu ekstra manusia dimpandang
sebagai kumpulan partikel atom yang membentuk suatu jaringan sistem yang di
miliki manusia (ilmu kimia), manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat
berdiri sendiri (sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan dan
lain-lain. Dari definisi-definisi tersebut kita dapat melihat bahwa manusia
selain dapat di pandang dari banyak segi, juga mempunyai banyak kepentingan.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang
membangun manusia.
1. Manusia itu
sendiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad, yaitu :
badan kasar manuasia yang dapat di raba dan menempati
ruang dan waktu
b. Hayat, yaitu :
mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
c. Ruh yaitu :
bimbingan dan pimpinan dari tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan
memahami kebenaran.
d. Nafas, dalam
pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri
sendiri
2. Manusia
sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a. Id, merupakan
struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak Nampak. Id
merupakan libido murni, atau energy psikis yang menunjukan ciri alami yang
irrasional dan terkait dengan sex.
b. Ego, merupakan
bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali di bedakan dari Id, sering
kali di sebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena perannya dalam
menghubungkan energy Id ke dalam saluran sosial yang dapat di mengerti oleh
orang lain.
c.
Superego, merupakan struktur
kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Di
bandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam
individu,superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Kode moral positif di
sebut ego ideal, suatu perwakilan dari tingkah laku yang tepat bagi individu
untuk di lakukan.
Dari uraian di atas dapat mengkaji aspek tindakan manusia
dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsur-unsur manusia.Seringkali,
misalnya orang yang senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai
masyarakat dapat di identifikasikan bahwa orang tersebut lebih di kendalikan
oleh Id di banding super Egonya, atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada
manusia.
B. Hakekat
Manusia
a. Mahluk ciptaan
Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai salah satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat,di raba,di rasa,
wujudnya kongrit tetapi tidak abadi.Jika manusia meninggal, tubuhnya hancur dan
lenyap. Jiwa terdapat di dalam tubuh tidak dapat dilihat,tidak dapat di raba,
sifatnya abstrak tetapi abadi.jika manusia meninggal jiwa lepas dari tubuh dan
kembali ke asalnya yaitu Tuhan.
b. Mahluk ciptaan
Tuhan yang paling sempurna, jika di bandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena
manusia di lengkapi oleh penciptanya dengan akal,perasaan, dan kehendak yang
terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada
dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan indrawi adalah
rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat di
manusia ataupun binatang, perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya
terdapat pada manusia misalnya :
1. Perasaan
intelektual, yaitu petasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
2. Perasaan
estetis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
3. Perasaan etis,
yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
4. Perasaan diri,
yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang
lain.
5. Perasaan
sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup
bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
6. Perasaan
religious, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan
perilaku tentang kebaikan menurut
moral.
c. Mahluk
biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi
faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat di
pelajari dari segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial,
kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa dan sebagainya.
d. Mahluk ciptaan
Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat
karena kemampuan bekerja dan berkarya Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark
pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan
konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi).
Hidup manusia mempunyai tiga syaraf, yaitu estetis, etis dan
religius.
C. Kepribadian
Bangsa Timur
Francis L.K. Hsu, sarjana amerika keturunan Cina yang
mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu
psikologi, ilmu filsafat dan kesustraan cina klasik. Dalam jiwa manusia sebagai
mahluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti
lingkaran konsentrif sekitar diri pribadi.
Nomor 7 dan 6 di sebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua
lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari dalam jiwa individu.
Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (uncxpressed
conscious).Lingkran itu terdiri dari pikiran dan gagasan yang di sadari oleh
individu.
Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed
conscious).Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib,mengandung konsepsi
tentang orang-orang.
Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi
ditandai oleh sikap sayang dan mesra.
Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh,terdiri dari pikiran
dan sikap alam jiwa manusia tentang manusia,benda-benda,alat-alat pengetahuan
dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri.
Nomor 0 disebut
lingkungan dari luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan yang hamper
sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1.
Banyak
orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan barat dan kebuyaan
timur. Orang-orang yang sering mendiskusikan kontras antara kedua konsep
tersebut secara popular, biasanya menyangka bahwa kebudayaan Timur lebih
mementingkan kehidupan kerohanian, mistik, pikiran preologis, keramatamahan,
dan gotong royong. Berikut ini dipaparkan bagan psiko-sosiagram manusia
sebagaimana diuraikan di atas menurut Prof.Dr.Koentjaraningrat dalam bukunya yang
berjudul kebudayaan, mentalis dan pembangunan.
0. Dunia luar
1. Lingkungan
hubungan jauh
2. Lingkungan
hubungan berguna
3. Lingkugan
hubungan karib
4. Kesadaran yang
dinyatakan
5. Kesadaran yang
tak di nyatakan
6. Sunsadar
7. Taksadar
D. Pengertian
Kebudayaan
Dua orang antropolog termuka yaitu Melville J. Herkovits dan
Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala
sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat di tentukan adanya oleh kebudayaan
yang di miliki masyarakat itu. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu
yang superorganic, karena kebudayaan yang turun menurun dari generasi ke
generasi hidup terus.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta
berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin,
kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah.Seorang
antropolog yaitu E.B Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta
kebiasaan yang di dapatkan oleh manusia sebagai angotta masyarakat.
- Selo
Sumarjan dan soelaeman Soeardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya,
rasa dan cipta masyarakat.
- Sutan
Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara
berfikir.
-
Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti
keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus diibiasakan dengan belajar
beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
- A.L krober
dan C.Kluckhon mengatakan bahwa kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan
kerja jiwa manusia dalam arti seluas luasnya.
Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hekekat kebudayaan
terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci, yaitu sistem ideology,
sistem sosial dan sistem teknologi.
E. Unsur-Unsur
Kebudayaan
Yang di maksud dengan unsur di sini adalah apa saja
sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna
totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.
Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur
pokok kebudayaan misalnya Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang
unsur kebudayaan.di katakana bahwa ada empat unsur dalam kebudayaan yaitu
alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan
Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma
organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan
organisasi kekuatan.
C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories
Of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :
1. Sistem Religi
(sistem kepercayaan).
Merupakan produk manusia sebagai homo religious.
2. Sistem
organisasi kemasyarakatan.Merupakan produk homo socius.
3. Sistem
pengetahuan .Merupakan produk manusia sebagai sapiens.
4. Sistem mata
pencarian hidup dan sistem-sietem ekonomi.Merupakan produk manusia homo
economicus menjadikan tingkat kehidupan anusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem
Teknologi dan Peralatn, Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber.
6.
Bahasa.Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens.
7. Kesenian.
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.
F. Wujud
Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud
yaitu
1. Kompleks
gagasan, konsep dan pikiran manusia :
Wujud ini di sebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak
dapat di lihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau
dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat di mana kebudayaan
bersangkutan hidup.
2. Kompleks aktivitas
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat
kongkret, dapat di amati atau diobserfasi. Wujud ini sering disebut sistem
sosial, Sistem sosial bersifat kongkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari
bisa diobservasi, di foto dan didokumentasi.
3. Wujud Sebagai
benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari
berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai
tujuannya.
G. Orientasi Nilai
Budaya
Menurut C,Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value
Orientation (1961) Sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara
universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakekat hidup
manusia (MH)
Hakekat hidup untuk manusia setiap kebudayaan berbeda secara
ekstrem ada yang berusaha untuk memandang hidup,ada pula denga pola kelakuan
tertentu yang mengganggap hidup sebagai hal yang baik “mengisi hidup”
2. Hahekat karya
manusia (MK)
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda. Di antaranya ada
yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup karya memberikan kedudukan
atau kehormatan karya merupakan gerak
hidup untuk menambah karya lagi.
3. Hakekat waktu
manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda ada yang
berpandangan mementingkan orientasi masa lampau ada pula yang berpandangan
untuk masa kini atau masa yang akan datang.
4. Hakekat alam
manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi
alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin.
5. Hakekat
hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan
manusia, baik secra horizontal
(sesamanya) maupun secra vertical (orientasi kepada tokoh tokoh) ada pula yang
berpandangan individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri).
H. Perubahan
Kebudayaan
Masyarakat dan kebudayaan di manapun selalu dalam keadaan
berubah,sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitive yang terisolasi dari
berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya. Tidak ada kebudayaan yang statis,
semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
Terjadinya gerak/ perubahan ini di sebabkan oleh beberapa
hal :
1. Sebab-sebab
yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2. Sebab-sebab
perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan
komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan,penemuan-penemuan baru,
khususnya teknologi dan inovasi. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan
berbeda. Perubahan sosial adalah segala perubahan sosial terjadi perubahan
struktur sosial dan pola-pola hubungan sosial.
Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi
apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu di hadapkan pada
unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda. Proses migrasi besar-besaran,
dahulu kala mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah
yang menyangkut proses tadi adalah :
a. Unsur-unsur
kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
b. Unsur-unsur
kebudayaan asing manakah yang sulit di terima
c. Individu-individu manakah yang cepat menerima
unsur-unsur yang baru
d.
Ketegangan-ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat
akulturasi tersebut.
1. Pada umumnya
unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
a. Unsur
kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah di pakai dan
dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
b. Unsur-unsur
yang terbukti mambawa manfaat besar.
c. Unsur-unsur
yang dengan mudah di sesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima
unsur-unsur tersebut.
2. Unsur-unsur
kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya:
a. Unsur yang
menyangkut sistem kepercayaan seperti ideology
b. Unsur yang
dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
3. Pada umunya
generasi muda di anggap sebagai individu-individu yang cepat menerima
unur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi.sebaliknya
generasi tua, di anggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur
baru.
4. Suatu
masyarakat yang terkena proses akulturasi,selalu ada kelompok-kelompok individu
yang sukar sekali atau bahkab tak dapat menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya
suatu kebudayaan baru diantaranya :
1. Terbatasnya
masyarkat memiliki hungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang
yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan
hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh
nilai-nilai agama maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus
disensor sulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
3. Corak struktur
sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4. Suatu unsur
kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang
menjadi landasan-landasan bagi diterimanaya unsur kebudayaan yang baru
tersebut.
5. Apabila unsur
yang baru itu meniliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah
dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
I. Kaitan
Manusia Dan Kebudayaan
Secara sederhana hungan antara manusia dan kebudayaan adalah
: manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang di
laksanakan manusia.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai
dwitunggal, maksudnya bahwa malaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan
satu kesatuan. Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat
di pandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat di nyatakan
sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses diakletis
ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1.
Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
dengan membangun dunianya.
2. Obyektivitas,
yaitu proses di mana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu
kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi,
yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Manusia dan kebudayaan, atu manusia dan masyarakat, oleh
karena itu mempunyai hubungan erat satu sama lain.Analisa terhadap keberadaan
keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan
dapat di lakukan dengan lebih cermat.
BAB III
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A. Pendekatan
Kesusastraan
Hampit di setiap jaman seni termasuk sastra memegang peranan
yang penting dalam the humanities. Ini
terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya
formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atu
agama.
Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normative,
seni lebih mudah berkomunikasi, karena tidak normatif nilai-nilai yang di
sampaikan lebih fleksibal baik isinya maupun cara penyampainnya.
Orientasi the Humanities adalah ilmu : Dengan mempelajari satu
sebagai dari disiplin ilmu yang mencakup dalam the humanities, mahasiswa di
harapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.
B. Ilmu Budaya
Dasar Yang Di Hubungkan Dengan Prosa
Istilah prosa banyak pandangannya. Kadang-kadang di sebut
narrative fiction, prose fiction atu hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia
istilah tadi sering di terjemahkan menjadi cerita rekaan dan di definisikan
sebagai bentuk cerita tau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan,
peristiwa dan alur yang si hasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.
Dalam kesussatraan Indonesia kita mengenai jenis prosa lama
dan prosa baru.
a. Prosa lama
meliputi
1.
Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur
lara
b. Prosa baru meliputi
1. Cerits pendek
2. Roman/novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi
C. Nilai-Nilai
Dalam Prosa Fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau
karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan
atau cerita Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh
pembawa lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang di peroleh pembawa lewat sastra
antara lain :
1. Prosa fiksi
memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang di peroleh dari membaca fiksi
adalah pembaca mendapatkan pengalaman, pembaca dapat mengembangkan imajinasinya
untuk mengenal dareh atau tempat asing, pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh
asing.
2. Prosa fiksi
memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di
dalam ensiklopedia. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih
daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini,
kehidupan masa lampau, bahkan juga kehidupan yang akan dating atau kehidupan
yang asing sama sekali.
3. Prosa fiksi
memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat menstimulasi imaginasi, dan merupakan
sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
Salah satunya adalah novel Siti Nurbaya.
4. Prosa
memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan
berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga
memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau
ransangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang di sajikan dalam
kehidupan sendiri.
Berkenaan dengan moral , karya satra dapat di bagi menjadi
dua : Karya sastra yang menyurakan aspirasi jamannya, dan karya satra yang
menyuarakan gejolak jamananya, ada juga yang tentunya menyuarakan kedua-duanya.
Kedua macam sastra itu selalu menyampaikan masalah. Masalah
ini di sampaikan dengan jalan menyajikan interaksi tokoh-tokohnya.Kita kenal
Mahabrata dan Ramayana, Mahabrta menceritakan kepahlawanan orang-orang pandawa
yang pemberani.
Pokok bhasan manusia dan cinta kasih dapat di hungkan denga
cinta kasih antara Maria dan Yusuf dalam buku layar terkembang karya Sutan
Takdir Alisyahbana.
D. Ilmu Budaya
Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
Pembahasan puisi dalam rangka pengjaran Ilmu Budaya Dasar
tidak akan lepas di arahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan
apresiasinya yang murni. Puisi dapat di pakai sebagai media sekaligus sebagai
sumber sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu
Budaya Dasar.
Puisi termasuk satra,
sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari
kebudayaan.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi
disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan
:
1. Figura bahasa
(figutrative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan,
alegori sehingga puisi menjadi segar hidup, menarik dan memberi kejelasan
gambaran angan.
2. Kata-kata yang ambiqiuitas yaitu kata-kata yang
bermakna ganda banya tafsir
3. Kata-kata
berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan
pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata yang
konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan
asosiasi-asosiasi tertentu.
5. Pengulangan
yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan,sehingga lebih
menggugah hati.
Dibalik kata-katanya yang padat,ekonomis dan suakr di cerna
maknanya itu,puisi berisi potret kehidupan manusia.
Adapun alasan-alasan yang melandasi penyajian puisi pada
perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagi berikut :
1. Hubungan puisi
dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi
disebut “pengalaman perwakilan”. Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu
dapat di lakukan dengan suatu kemampuan yang di sebut “imaginative entry” yaitu
kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang di
tuangkan penyair dalam puisinya.
2. Puisi dan
keinsyafan/kesadaran individual.
Dengan membaca puisi mahasiswa dapat di ajak untuk dapat
menjenguk hati/penyair manusia, baik orang lain maupun diri sendiri.
3. Puisi dan
keinsyafan sosial
Secara imaginative puisi dapat menafsirkan situasi dasar
manusia sosial yang bisa berupa :
- Penderitaan
atas ketidakadilan
- Perjuangan
untuk kekuasaan
- Konflik
dengan sesame
-
Pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri,ia
sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lain seperti penderitaan
(kesepian,kesedihan,keputusan,dll).
Puisi merupakan sesuatu yang hidup dalam metafisis, suatu
impian yang berkribadian sehingga sukar dihayati isinya, Walaupun demikian bila
puisi dibaca dengan baik setidaknya akan membantu pembaca dalam menafsirkannya.
BAB IV
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Pengertian
Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S
Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang
(kepada) ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan
kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas
kasihan.
Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta
merupakan landasan dalam hubungan perlkawinan,pembentukan keluarga dan
pemeliharaan anak hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang
akrab.
Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu,yaitu
pengasuhan,tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh
yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu kepada anaknya, Sedangkan
tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka
rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukan penyelenggaraan
atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti
memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri
sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan
untuk mengetahui rahasia menusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu
pengasuhan,tanggung jawab,perhatian dan pengenalan suatu cinta dapat dibina
secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta di kemukaan oleh Dr.Sarlito W.
Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan,
keintiman, dan kemesraan.
Beraneka ragam cinta tingkat rendah :
1. Cinta kepada
setan
2. Cinta
berdasarkan hawa nafsu
3. Cinta yang
lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tepat
tinggal.
B. Cinta Menurut
Ajaran Agama
Dalam kehidupan manusia,cinta menampakan diri dalam berbagai
bentu.Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai
orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Tuhan.
- Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri.
Manusia sengan untuk tetpa hidup, menegmbangkan potensi dirinya, dan
mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan
kebaikan pada dirinya.
- Cinta
kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dangan penuh keserasian dan
keharmonisan dengan menusia lainnya, tidak boleh tidak harus membatasi cintanya
pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia mneimbangkan cintanya itu
dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain,bekerja sama dan member
bantuan kepda orang lain.
- Cinta
seksual
Cinta erat kaitannya dengan seksual. Sebab ilaha yang
bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerja sama antara suami
dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
- Cinta
kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anakanya tidak
terjalin oelh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan
anak-anakanya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan
kebapakan bukanlah dorongan fisiolagis seperti halnya dorongan
keibuan,melainkan dorongn psikis.
- Cinta
kepada Tuhan
Puncak cinta manusia yang paling jernih dan spiritual ialah
cintanya kepada Tuhan dan kerinduan kepada-Nya.
C. Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia
karanngan W.J.S poerwadaminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau
perasaan suka kepada seseorang.
Cara pemberian cinta kaih orang tu terhadap anaknya dapt di
bedakan :
1. Orang tua
bersifat aktif, si anak bersifat pasif
2. Orang tua
bersifat pasif si anak bersifat aktif
3. Orang tua
bersifat pasif si anak bersifat pasif
4. Orang tua
bersifat aktif si anak bersifat aktif.
Ada bermacam-macam kasus kasih sayang delam kehidupan, semua
orang tua mengharapkan hidup anaknya bahagia. Karena itu, tidak sedikit orang
tua menumpahkan kasih sayang secara berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan
pendapatannya, Ada yang secara berlebihan, disiplin, secara memberikan
kebebasan dan sebagainya. Karena itu ada yang berhasil, tetapi banya pula yang
gagal.
D. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra yang artinya
perasaan simpati yang akrab kemesraan ialah hubungan akrab baik antara pria
wanita yang sedang mabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan
pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Cinta yang barlanjut menimbulkan pengertian mesra atau
kemesraan.Kemesraan adalah perwujudan dari cinta, kemesraan dapat menimbulkan
daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai
bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
E. Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu menifestasi cinta manusia kepada
Tuhannya yang diwujudkan dalm bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia
kepada Tuhan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia, Hal ini karena
pemujaan kepada Tuhan adalah inti nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta,tetpi tuhan juga penghancur segalanya,
bila manusia mengabaikan segala perintahnya, karena itu jelaslah bagi kita semua bahwa pemujaan kepada tuhan
adalah bagian hidup manusia karena tuhan pencipta semeesta termaasuk manusia
itu sendiri dan penciptaan semesta untuk manusia.
F. Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes di jelaskan ada tiga macam cinta. Cinta
agape ialah cinta manusia kepda tuhan, Cinta philia ialah cinta ibu bapaknya
(orang tua) dan saudara dan ke tiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan
wanita.
Selain itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesama.
Cinta terhadap sesame merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk
membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan.
Perbuatan atau sifat belas kasihan adalah orang yang
berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
Cara –cara menumpahkan belas kasihan
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan
banyak cara kita menumpahkan belas kasihan, yang perlu kita kasihani antara
lain : yatim piatu, orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris,pengemis
yang benar-benar tidak mampu bekerja,orang sakit,orang cacat,masyarakat kita
yang hidup manderita dan sebagainya. Orang-orang itu umumnya menderita lahir
dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
Berbagai macam orang memberikan belas kasihan bergantung
kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan
barang, ada yang memberikan pakaian,maanan dan sebagainya.
G. Cinta Kasih
Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar
orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta
kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campur dengan
pengalaman yang berupa eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba
tembok yang sampai waktu itu terdapat di
antara dua orang yang asing satu sama lain.
Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslisif yang tidak
terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri-ciri
ekslusif dalam cinta kasih erotis ini perlu di bicarakan lebih lanjut. Kerap
kali ekslusivitas dalam cinta kasih erotis disalah tafsirkan dan di artikan
sebagai suatu ikatan hak milik.
BAB 5 MANUSIA DAN KEINDAHAN
A. KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata indah artinya
bagus,permai,cantik,elok,molek dan sebagainya.Benda yang mempunyai sifat indah
ialah segala jenis seni,pemandangan alam,manusia,rumah,tatanan,perabot rumah
tangga,suara,warna,dan sebagainya.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran.keindahan
kebenaran dan keberadaan adalah keindahan.keduanya mempunyai nilai yang sama
yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu berubah.
Keindahan juga bersifat universal artinya tidak terlihat
oleh selera perseorangan,waktu dan tempat selera mode,kedaerahan atau lokal.
Apakah keindahan
itu ?
Sebenarnya sulit
bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu.Keindahan itu suatu konsep
abstrak yang tidak dapat di nikmati karena tidak jelas.Kindahan itu baru jelas
jika telah dihubungkan dengan suatu yang berwujud atau suatu karya.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar
estetika”Menurut asal katanya dalam bahasa inggris keindahan itu di terjemahkan
dengan kata “beautiful” dalam bahasa perancis “beau” sedang italia dan spanyol
“bello” berasal dari kata latin “bellum” Akar katanya adalah “bonum” yang
berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan
terakhir di perpendek sehongga di tulis “bellum”.
Di samping
itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
a) Keindahan
dalam arti yang luas
b) Keindahan
dalam arti estetis murni
c) Keindahan
dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
·
Keindahan seni
· Keindahan
alam
· Keindahan
moral
· Keindahan
intelektual
NILAI ESTETIK
Dalam rangka teori
umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan di
anggap sebagi salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral,nilai
ekonomik,nilai pendidikan dan sebagainya.
Apakah nilai estetik itu ? dalam bidang filsafat, istilah
nilai seringkali di pakai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhagaan
(worth) atau kebaikan (goodness).
Tentang
nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif atau
ada yang nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan, Tetapi penggolongan yang
penting adalah niali ekstrinsik dan niali intrinsik.
Nilai ekstrensik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai
alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value)
yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik
adalah sifat baik dari benda yang
bersangkutan, atau sebagau suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu
sendiri.
Contoh : puisi dan tari.
KONTEMPLASI DAN
EKSTANSI
Keindahan yang di
dasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi.
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang
indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan,
dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kontempasi
dan ekstensi itu di hubungkan dengan kreatifitas maka kontemplasi itu faktor
pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor
pendorong untuk merasakan menikmati keindahan.
APA
SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan itu pada
dasarnya alamiyah.Alam ciptaan tuhan inin berarti bahwa keindahan itu ciptaan
Tuhan.
Pengungkapan
keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan
tertentu pula. Berikut ini akan di coba menguraikan alas an/motivasi dan tujuan
seniman menciptakan keindahan :
1. Tata nilai
yang telah using
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah
tidak sesuai lagi dengan keadaan,sehingga di rasakan sebagai hambatan yang
merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.
2. Kemerosotan
Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan di
tandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah
laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.
3. Penderitaan
manusia
Banyak faktor yang
membuat manusia menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia
itu sendiri.Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin
berkuasa,serakah,tidak berhati-hati dan sebagainya.
4. Keagungan
Tuhan
Keagungan Tuhan
dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta
kejadia-kejadian alam.Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan,
manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu.
KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK
Dalam buku AN
Essay on Man (1945) Erns Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa
pernah selesai di perdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan
kata-kata penyair romantic john keats (1795-1821) sebagai pegangan dalam
Endymion dia berkata :
A thing of beuty is a joy forever
Its
loveliness isereases it will never pass into nothingness
Dia mengatakan bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan
selama-lamanya, kemolekan bertambah, dan tidk pernah berlalu ketiadaan.
Mengenai
keindahan Coleridge mengutip Shaespeare (1564-1616) dalam karyanya midsummer
nigh : Thing base and vile holding no quality/ love can transpose to from and
dignity “ yaitu sesuatu yang rendah dan tidak mempunyai nilai, dapat berubah
dan menjadi berarti.
B. RENUNGAN
Renungan berasal dari
kata renung :artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu
dengan dalam-dalam, Renungan adalah hasil merenung dalam merenung untuk
menciptakan seni ada beberapa teori Teori-teori itu ialah : teeori
pengungkapan,teori metafisik dan teori psikologi.
TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori
ialah bahwa “Art is an expression of human felling” (seni adalah suatu
pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa
yang di alami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo
Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri
sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah
memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak,garis,warna,suara
dan bentuk yang di ungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga
orang-orang mengalami perasaan yang sama.
TEORI
METAFISIK
Teori seni yang
bercorak metafisis merupakan saah satu teori yang tertua, yakni berasal dari
Ploto yang karya-karya tulisannya untuk sebagai membahas estetik
filsafati,konsepsi keindahan dan teori seni.
Dalam jaman modern
suatu teori seni lainnya yang juga bercorak metafisis di kemukakan oleh filsuf
Athur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni dalah suatu bentuk dari
pemahaman terhadap realita, dan realita yang sejati adalah suatu keinginan
(will) yang sementara.
Seniman besar
adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis
dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni
memahami ide-ide dibaliknya.
TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teori
metafisis dari para filsuf yang bergerak di atas taraf manusiawi dengan
konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak
memuaskan, karena terlampau ebstrak dan spekulatif.
Suatu teori lain
tentang sumber seni dalah teori permainan yang di kembangkan oleh Freedrik
Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903) Menurut Schiller asal mula
seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam
diri seseorang.
Sebuah teori lagi
dapat di masukan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signification
Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambing atau tanda dari perasaan
manusia.
C. KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar
rasi, artinya cocok,kena benar,dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai
itu mendukung unsur perpaduan,pertentangan,ukuran dan seimbang.
Karena itu dalam
keindahan ini,sebagian ahli pikir menjelaskan,bahwa keindahan pada dasarnya
dalah sejumlah kualitas/pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal.
kualitas yang paling sering di sebut adalah kesatuan
(unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan
(balace), dan keterbalikan (contrast).
Filsuf inggris
Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan dan
hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara-antara pencerapan-pencerapan
inderawi kita (beauty is unity of formal relations among our sence-perception).
TEORI OBYEKTIF
DAN TEORI SUBYEKTIF
The Liang Gie
dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan bahwa dalam mencipta seni ada
dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif.
Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah
mengenai sifat dasar dari keindahan.Apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada
pada benda indah atau hanya terdapat dalam pikiran orang yang mengamati benda
tersebut.
Teori
obyektif berpendapat bahwa keindahan atau cirri-ciri yang mencipta nilai
estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentik indah yang
bersangkutan terlepas dari orang yang mengamatinya.
Teori
subyektif menyatakan cirri-ciri yang
menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam
diri seseorang yang mengamati sesuatu benda.
TEORI PERIMBANGAN
Teori obyektif
memandang keindahan sebagai suatu kwalita dari benda-benda. Kwalita bagaimana
yang menyebabkan sesuatu disebut indah telah di jawab oleh bangsa Yunani Kuno
dengan teori perimbangan yang bertahan sejak abad 5 sebelum masehi sampai abad
17 di Eropa sebagai contoh bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak
tiang besar.
Bangsa Yunani
menemukan bahwa hubungan-hubungan matematik yang cermat sebagaimana terdapat
dalam ilmu ukur dan berbagai pengukuran proporsi ternyata dapat di wujudkan
dalam benda-benda bersusun yang indah.
Teori pertimbangan
berlaku dari abad ke-5 sebelum masehi sampai abad ke 17 masehi selama 22 abad.
Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan lairan-aliran
termasuk dalam seni bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subyektif
sifatnya.
BAB 6 MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. PENGERTIAN
PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kara derita , kata derita berasal
dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan penderitaan itu dapat
lahir atau batin atau lahir batin.
Baik dalam Al-quran maupun kitab suci agama lain banyak
surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang di alami oleh manusia
atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya
manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut,sehingga manusia mengalami
penderitaan.
B. SIKSAAN
Siksaan dapat di artikan sebagai siksaan badan atau jasmani,
dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat sisksaan yang di alami
seseorang, timbulah penderitaan. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan
ancaman siksaan yang di alami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi
orang-orang musyrik,syirik,dengki,manfitnah,mencuri,makan harta nak yatim dan
sebagainya.
Siksaan yang
sifatnya psikis misalnya kebimbangan,kesepian dan ketakutan.
Kebimbangan
di alami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan
pilihan mana yang akan di ambil.
Kesepian
di alami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya
walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
Ketakutan
merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan
batin.Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :
a.
Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup,
Agoraphobia adalah ketakutan yang di sebabkan seseorang berada di tempat
terbuka.
b. Gamang merupakan
ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi, Hal ini di sebabkan karena ia
takut akibat berada pada tempat yang tinggi.
c. Kegelapan
merupakan suatu ketakutan sesseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
d. Kesakitan
merupakan ketakutan yang di sebabkan oleh rasa sakit yang di alami.
e. Kegagalan
merupakan ketakutan dari seseorang di sebabkan karena merasa bahwa apa yang
akan di jalankan mengalami kegagalan.
APA YANG MEMBUAR SESEORANG MENJADI PHOBIA ?
Ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak
penderita yang mempunyai teori tentang
asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan phobia di mulai dengan suatu schock
emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu.
Ahli-ahli ilmu
jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema
psikologis yang dalam, yang harus di temukan,dihadapi, dan ditaklukan sebelum
phobianya akan hilang.
C. KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi di kenal sebagai
kekalutan mental. SEcara lebih sederhana kekalutan mental dapat di rumuskan
sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-grlaja permulaan bagi seseorang yang menglami kekalutan mental
adalah :
a. Nampak pada
jiwa yang sering merasakan pusing,sesak nafas,demam,nyeri pada lambung
b. Nampak pada
kejiwaannya dengan rasa cemas ketakutan,patah hati,apatis,cemburu,mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
a. Gangguan
kejiwaan Nampak dalam gejala-gejal kehidupan si penderita baik jasmani maupun
rohani
b. Usaha
mempertahankan diri dengan cara negative, yaitu mundur atau lari.
c. Kekalutan
yang merupakan titik patah (mental
breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya
kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
a. Kepribadian
yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b. Terjadinya
konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa
yang ada dalam masyarakat.
c. Cara
pematngan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap
kehidupan sosial.
Proses-proses kekalutan mental yang di alami oleh seseorang
mendorong ke arah :
a. Positif :
trauma (luka jiwa) yang di lami di jawab secara baik sebagai usaha agar tetap
survive dalam hidup.
b. Negatife :
trauma yang di lami di perlarutkan atau di perturutkan,sehingga yang
bersangkutan mengalami frustasi. Bentuk frustasi antara lain :
1. Agresif berupa yang meluap-luap akibat emosi yang
tidak terkendali dan dapan membahayakan orang lain.
2. Regresif
adalah kembali pada pola reaksi yang primitive atau ke kanak-kanakan (infatil).
3. Fiksasi adalah
peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap).
4. Proyeksi
merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap
sendiri yang negative pada orang lain.
5. Identifikasi
adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme
adalah self love yang berlebihan,sehingga yang bersangkutan merasa dirinya
lebih superior daripada orang lain.
7. Autism adalah
gejala menutup diri secara total dari dunia rill.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan
seperti :
1. Kota-kota
besar yang banyak memberi tantangan-tantangna hidup yang berat.
2. Anak-anak muda
usia yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang di kehendaki atau di
idam-idamkan.
3. Wanita pada
umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang di bawanya kedalam hati atau
perasaannya.
4. Orang yang
tidak beragama tidak memiliki keyakinan bahwa di atas dirinya ada kekuasaan
yang lebih tinggi.
5. Orang yang
terlalu mengejar materi seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat ngoyo
dalam memperoleh tujuan kegiatannya.
D. PENDERITAAN DAN
PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan,baik berat
ataupun ringan, penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat
kodrati.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah
menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan buak hanya
untuk bahagia melainkan juga menderita, karena itu manusia hidup tidak boleh
pesimis.
E. PENDERITAAN,
MEDIA MASA DAN SENIMAN
Dalam modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan
itu lebih besar hal ini telah di buktikan oleh kamajuan teknologi dan
sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainya membuat manusia
menderita.
Beberapaa sebab lainnya yang menimbulkan penderitaan manusia
ialah kecelakaan,bencana lam,bencana perang dan lain-lain.
Media masa merupakan alat yang paling teapat untuk
mengkomunikasikan peristiwa-paeristiwa penderoitaam manusia secara cepat kepada
masyarakat.Dengan demikian masyarakat
dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesame manusia terutama bagi
yang merasa simpati.
F. PENDERITAAN DAN
SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan
sebab-sebab timbulah penderitaan, maka penderitaan manusia dapat di perinci
sebagai berikut :
A. Penderitaan yang
timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk
manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungan manusia dengan
alam sekitar.Penderitaan ini kadang di sebut nasi buruk.Nasib buruk ini dapat
diperbaiki manusia supaya menjadi baik.
Karena perbuatan buruk anatara sesama manusia maka manusia
lain menjadi menderita,misalnya :
1) Pembantu rumah
tangga yang di perkosa,di sekap,disiksa oleh majikannya.
2) Perbuatan
buruk orang tua Aric Hangara yang menganiyaya anak kandungnya sendiri sampai
mengakibatkan kematian
B. Penderitaan
yang timbul karena penyakit,siksaan / azab Tuhan
Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini :
1) Seorang anak
lelaki buta sejak dilahirkan dengan tabah di asuh oelh orang tuanya.
2) Nabi ayub
mengalami siksaan Tuhan, Tetapi dengan sabar ia meerima cobaan ini.
3) Tenggelamnya
Fir’aun di laut Merah seperti disebutkan dalam AL’QURAN adalah azab yang di
jatuhkan kepada orang yang angkuh dan sombong.
G. PENGARUH
PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh
pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya, sikap yang timbul dapat berupa
sikap positif ataupun sikap negative.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan
hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan
diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.
BAB 7 MANUSIA DAN KEADILAN
A. PENGERTIAN
KEADILAN
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelakyakan dalam tidakan
manusia. Kelakyakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem
yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua
orang atau benda.
Menurut
Socrates,keadilan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa
pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya yang baik.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan
itu dalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan
kewajiban.keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi
haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
B. KEADILAN SOSIAL
Berbicara tentang keadilan, anda tentu ingan akan dasar Negara kita pancasila
sila kelima pancasila berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
Panitia ad-hoc majelis permusyawaratan rakyat sementara 1966
memberikan perumusan sebagai berikut :
“sila keadilan sosial mengandung prinsip bahwa setiap orang
di Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang
hukum,politik,ekonomi dan kebudayaan”.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci
perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1) Perbuatan
luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2) Sikap adil
terhadap sesame, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta
menghormati hak-hak orang lain.
3) Sikap suka
memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4) Sikap suka
bekerja keras
5) Sikap
menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
Keadilan dan tidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam
kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapu keadilan/ ketidak
adilan setiap hari.Oleh karena itu keadilan dan ketidak adilan, menimbulkan
daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidak
adilan,seperti drama,puisi,novel,music, dan lain-lain.
C. BERBAGAI MACAM KEADILAN
A. Keadilan Legal
atu Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan
substansi rohani umum dari masayarakat yang membuat dan menjaga
kesatuanya.Dalam suatu masyarakat yang adil setipa orang menjalankan pekerjaan
yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun).
Pendapat plato itu di sebut keadilan moral.sedangkan sunoto menyebutkan
keadilan legal.
Fungsi
penguasa ilaha membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam Negara kepaada masing-masing
orang sesuai dengan keserasian itu.
B. Keadilan
distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana
bilamana hal-hal yang sama dipertaruhkan secara sama dan hal-hal yang tidak
sama (justice is done when equals are treated equally).
C. Keadilan
komulatif
Keadilan ini
bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi
aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban
dalam masyarakat.Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan
ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam
masyarakat.
D. KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur
artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang di
katakana sesuai dengan kenyataan yang ada.sedang kenyataan yang ada itu adalah
kenyataan yang benar-benar ada.Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari
perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.
Orang bodoh yang berarti jujur adalah lebih baik daripada
orang pandai yang lancing.Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh
kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan
kewajiban,serta rasa takut terhadapa kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita
sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal baik
buruk.. Berbagai hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur, mungkin karena
tidak rela, mungkin karena pengaruh lingkungan,karena pengaruh
lingkungan,karena sosial ekonomi,terpaksa ingin popular,karena sopan santun dan
untuk mendidik.
E. KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau
tidak jujur, dan sama pila dengan licik, meskipun tidak serupa.Sudah tentu
kecurangan sebagai lawan jujur.Curang atau kecurangan artinya apa yang
diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya.Bermacam-macam sebab orang
melakukan kecurangan Di tinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitar,ada
empat aspek ekonomi,aspek kebudayaan,aspek peradapan,dan aspek teknik.Apabila
ke empat aspek itu tersebut dilaksankan secara wajar,maka segalanya akan
berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum.
F. PEMULIHAN NAMA
BAIK
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup.Nama baik
adalah nama yang tidak tercala,Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar
namanya tetap baik.Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagai orang/tetangga
disekitarnya adalah suatu kembanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku
atau perbuatan .Atau boleh di katakana nama baik atau tidak baik itu adalah
tingkah laku atau perbuatannya.
Tingkah laku atau
perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan
kodrat manusia,yaitu :
a) Manusia
menurut sifat dasaranya adalah mutlak makhluk moral.
b) Ada
aturan-aturan yang berdiri sendiri yang dipaatuhi untuk mewujudkan dirinya
sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
Pada hakekatnya ,pemulihan nama baik adalah kesadarn manusia
akan segala kesalahannya: bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan
ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak.
G. PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang
lain.reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa yang seimbang,tingkah laku yang
serupa,tingkah laku yang seimbang.Pemnalasan di sebabkan oleh adanya pergaulan.
Pergaulan yang bersahabat mendapatkan balasan yang bersahabat, Sebaliknya
pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasarnya,manusia adalah moral dan mahluk sosial.dalam
bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu
References
1.
http://katamardiansyah.blogspot.co.id/2013/07/rangkuman-materi-ilmu-budaya-dasar-bab.html
2. http://elearning.gunadarma.ac.id/
3. http://diwaaan.blogspot.co.id/2013/07/rangkuman-ilmu-budaya-dasar-bab-5-8_9470.html