Wednesday, 22 June 2016

Pandangan Hidup Negara Lain (China)

Peradaban-peradaban tradisi Islam, Hindu, Budha dan tradisi Cina pada umumnya mendominasi dunia timur terutama di daerah Asia Tenggara dan Asia Timur. Peradaban Cina dianggap sebagai pusat kebudayaan di timur karena di anggap sebagai kebudyaan yang paling tua dan terkaya. Yang menjadikan kebudayaan cina kuat adalah sikap fanatisme terhadap tradisi leluhur. Dasar berfikir orang cina berlandaskan pada hakikat keharmonisan antara kehidupan ”langit” dan kehidupan di bumi serta manusia. Seluruh fenomena alam dapat dibagi dalam 2 klasifikasi, yaitu Yin dan YangYin merupakan gambaran mengenai wanita, bulan, arah utara, dingin, gelap (malam) dan segala yang bersifat pasif. Yang menggambarkan prinsip dasar untuk laki-laki, matahari, arah selatan, panas, cahaya (siang) dan segala yang termasuk keaktifan. Segala sesuatu di alam semesta akan bergerak secara seimbang seperti Yin dan Yang dan mengikuti hukum tata kehidupan alam sehingga seluruhnya akan bergerak dengan teratur dan berirama. Ritme atau irama ini yang mengatur jalannya matahari, bintang, bulan, pergantian musim dan lain sebagainya di alam semesta. Ritme ini disebut TaoTao adalah jalan Tuhan dan merupakan dasar pemikiran faham ”Taoism”.

”Taoism” adalah ajaran pertama bagi orang cina. “Taoism” didasarkan atas ajaran Tao yaitu suatu jalan yang seharusnya (jalan yang benar/wu-wei). Dengan ajaran Tao diharapkan manusia dapat terhindar dari segala keadaan yang bertentangan dengan ritme alam semesta. Manusia pada hakekat dilahirkan dalam keadaan suci dan baik menurut ajaran Tao ini. Manusia harus hidup dengan jalan Taoagar dapat mempertahankan dan memelihara kesucian serta kebaikan. Untuk menuju jalan Tuhan terdapat lima budi baik yaitu berkelakuan ramah tamah, sopan-santun, harus cerdas, harus jujur dan harus adil. Manusia juga diwajibkan untuk memelihara hubungan baik dengan segala sesuatu yang berada di dunia, baik dengan orang lain maupun dengan semua makhluk lainnya.

Manusia harus memiliki sifat Li yaitu jujur, berkelakuan baik dengan siapapun dan apapun, seperti pada keluarga, tetangga, bumi, langit dan Tuhan. Apabila dilakukan maka tidak akan ada kesedihan dan kesengsaraan di dunia ini. Dalam tradisi Cina , membungkuk merupakan sikap hormat berdasarkan Li. Sikap membungkuk yang paling rendah ditujukan kepada raja, arwah nenek moyang dan kepada dewa. Raja melakukan bungkuk terendah untuk ditujukan kepada “Theein” atau Tuhan. Arah selatan merupakan arah yang paling dihormati, maka setiap bangunan yang bersifat penting dan suci seperti kuil, istana raja, rumah dan lain sebagainya harus menghadap ke arah selatan. Ketika raja menerima rakyat dan tuan rumah menerima tamu juga harus menghadap ke selatan. Dibandingkan dengan arah barat, arah timur lebih dihormati maka dari itu tamu yang dianggap berstatus sosial lebih tinggi, harus duduk di sebelah kiri tuan rumah menghadap ke timur. Sebaliknya, tamu yang dianggaplebih rendah status sosialnya harus duduk di sebelah kanan menghadap ke barat. Apabila kehidupan manusia sesuai dengan li tersebut maka terciptalah suatu keharmonisan antara Thein (Tuhan), bumi dan manusia.

Kebudayaan cina bersifat presistematik dan merupakan kebudayaan tertua di kawasan ini. Penyesuaian diri terhadap alam semesta merupakan kunci keharmonisan. Ide-ide yang terrbentuk dalam pola kehidupan, seperti status sosial seseorang, telah pasti sejak lahir dan akan tetap seperti itu. Demikian pula dengan tugas dan kewajiban yang telah ditentukan. Keluarga besar merupakan yang utama agar dapat meneruskan nama nenek moyang. Untuk itu anak laki-laki lebih di utamakan demi melanjutkan keturunan keluarga. Hubungan keluarga masyarakat Cina adalah patrilineal. Pada tahun 604 SM, Lao-tse kemudian mengajarkan Tao sebagai sabda Theeinyang sifatnya tak telihat, tak terdengar atau tak dapat di sebut. Segala sesuatu di dunia bergantung pada Tao. Semua yang terdiri dan terjadi dari Tao akan kembali ke TaoTao lebih kecil dari yang terkecil dan lebih besar dari yang terbesar. Seseorang yang mengerti dan menggunakan Tao akan hidup dengan tenang dan tidak akan serakah.Tao akan mengalir dalam tubuhnya dan menjadi kesehariannya. Menurut Lao-tse alam semestalah yang mengatur peredarannya sendiri dan Tao merupakan jalan bagi manusia untuk mencapai kehidupan masyarakat yang ideal serta tenteram.

Confucius membuahkan sebuah pemikiran filsafat sosial yang memimpikan suatu negara kesatuan untuk seluruh daerah Cina dan seluruh peradaban manusia. Impiannya adalah dapat terciptanya suatu masyarakat umat manusia yang ideal. Confucius yakin bahwa untuk menghasilkan moral yang baik, tidak akan bisa dicapai dengan kekuatan raja, bangsawan atau kelas-kelas lainnya, akan tetapi hanya bisa dicapai dengan memelihara upacara-upacara tradisional. Beliau yakin bahwa pembentukan sifat yang baik dan ideal harus diserahkan pada kaum cendekiawan dan sarjana karena mereka adalah para ahli dalam tradisi ritual serta akan mengutamakan kepentingan keluarga. Di negara kita Confuciuanism ini dikenal dengan nama Khong Hu Tjuatau Kung Fu TzeDi Indonesia Khong Hu Chu diakui sebagai agama resmi (Penpres No. I Tahun 1962 dan UU No. 5 Tahun 1969). Ajaran yang penting dari Confucianism adalah lima kebajikan yang disebutNgo Siang. Kelima Ngo Siang yaitu cinta kasih, adil dan bijaksana, susila dan sopan santun, cerdas dan waspada, jujur dan ikhlas. Inti kesejahteraan masyarakat dan negara terletak pada keluarga. Jika ketentraman keluarga tercapai maka ketentraman masyarakat dan negara akan tercapai pula. Pengikut Confucianism berpendapat bahwa manusia dapat mencapai keharmonisan yang terbaik antara langit dan bumi. Titik berat dari faham ini terletak pada kekuatan manusia, bukan lagi pada fenomena-fenomena alam dengan dunia super-naturalnya. Confucius selalu menekankan pada pemeliharaan sopan santun. Hidup yang benar itu akan dicapai dengan melaksanakan pemakaian kelima kebajikan. Maka dari itu filsafat sosial Confucius telah cenderung ke arah praktek. Ia bersikaf skeptis terhadap hal-hal yang bersifat super natural. Yang penting bagi Confucius adalah realitas kehidupan di dunia yang harus betul-betul di perdalam dan di praktekkan, sehingga akan terciptalah suatu kehidupan masyarakat yang adil dan ideal.

Confucius mengajarkan bahwa kekuasaan harus menggunakan kekuatan untuk membantu melancarkan kebajikan-kebajikan yang dibutuhkan seperti kebaikan, keadilan, kesatuan dan kesetiaan. Dengan ajaran confucius ini perpecahan dapat dihindarkan pada masyarakat Cina pada waktu itu. Para akhli Confucianisme berpendapat bahwa kepandaian untuk menjadi bijaksana merupakan hak tiap orang. Setiap orang berhak untuk mencoba menjadi pegawai pemerintah, bukan hanya monopoli kaum aristokrat. Keluarga merupakan inti dari kehidupan tradisional dan sikap serta penghormatan terhadap orang tua atau nenek moyang mendasari praktek ajaran moral keluarga. Kemudian dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat dan akhirnya menjadi dasar dalam kehidupan di seluruh negara. Mereka menolak perang dan hanya menginginkan perdamaian. Dan untuk menyatukan seluruh orang Cina dimana pun mereka berada, dan agar orang Cina tetap cinta akan nenek-moyang dan negara leluhurnya, maka Confucius juga mengajarkan tentang asasfamiliisme. Negara Cina dipandang sebagai negara pusat (Midle Kingdom) yang hidup dalam tata-kehidupan peraturan sopan santun confucianisme. Semua yang hidup di daerah luar negara pusat ini di anggap orang liar (barbarism). Meskipun secara formal Cina komunis menolak faham Confucianisme ini, tetapi dalam kenyataannya secara sadar atau tidak, masyarakat Cinamenyesuaikan diri dengan ajaran Confucianisme.

Memang sejak dahulu orang Cina telah mempunyai suatu varietas besar dalam sistim kepercayaannya. Orang Cina yang termasuk golongan berpendidikan percaya dan memuja dewa langit (Hoa Tien), para arwah nenek moyang dan kadang-kadang memuja pula para akhli pikir seperti Confucius, Lao-Tze dan Budha. Sejak dulu, orang Cina intelek telah mempergunakan ajaran Confucius, Lao-Tze dan Budhisme sebagai landasan utama dalam sistem falsafahnya. Nama tokoh-tokoh yang berhubungan erat dengan falsafah dan agama bagi orang Cina sejak dahulu yaitu Lao-Tze, Confucius dan Moti.

Ajaran Budhisme awalnya lahir di India atau di wilayah Nepal sekarang, pada abad ke-1 samapai abad ke-4 SM. Pencetusnya ialah Siddhartha Gautama yang dikenal sebagai Gautama Budha oleh pengikut-pengikutnya. Ajaran Buddha sampai ke negara Cina pada tahun 399 Masehi dan dibawa oleh seorang biksu bernama Fa Xian. Kemudian berkembang ke Cina melalui jalur utara (Silk road, India àAfganistan à Asia Tengah à Cina à Korea à Jepang). Lalu muncul bentuk formatif Budisme versi Cina dan mulai muncul sekolah-sekolah Budisme di Cina. Jalur utara kebanyakan dari mazhab Mahayana. Ada beberapa aliran Budha yang masuk ke Cina, namun hanya aliran Madhyamaka dan Yogācāra yang berkembang di Cina. Pada awal perkembangannya sempat mengalami kesulitan sebab anjuran untuk menjadi Bhiksu bertentangan dengan ajaran mengenai anak laki-laki harus bertanggung jawab dan berbakti pada orang tua dan leluhur.Namun, karena mazhab Mahayana bersifat fleksibel terhadap tradisi dan budaya tanpa menghilangkan inti ajaran Buddha, membuat masyarakat Cina secara luas dapat menerimanya.

Prajñā adalah sekolah yang menganut pahan ‘tiada’ (Benwu), adaptasi dari kosmologi neo Taoisme yaitu segala sesuatu berasal dari ketiadaan dan segala sesuatu akan kembali ke ketiadaan. Dalam ajaran Budhisme, terminologi Taoisme dan Confusianisme yaitu wuwei(jalan yang benar) diterjemahkan menjadi nirvāa. Pada tahun 401,Kumārajīva, seorang Budhis Mahāyāna dari Kucha menuju Changan, Ibu kota Cina. Ia mengerjakan berbagai karya seperti Lotus Sutra,Vimalakīrti Sutra dan Diamond Sutra, dan menjadi terkenal di Cina. Ia memperkenalkan pemikiran Nāgārjuna yaitu Madhyamaka tentang ketiadaan. Kitab Budha yang terkenal di Cina antara lain Āvadana(legenda Buddha and Pahlawan Buddhis) dan Prajñāpāramitā Sutra.

Tripitaka merupakan rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran sang hyang Buddha. Hari Waisak merupakan peringatan 3 peristiwa, yaitu hari kelahiran Pangeran Siddharta (nama sebelum menjadi Buddha), hari pencapaian Pencerahan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari Sang Buddha mangkat mencapai Nibbana/Nirwana. Terdapat beberapa ajaran moral dalam Budhism yaitu:
 bertekad melatih diri menghindari melakukan pembunuhan makhluk hidup.
 bertekad melatih diri menghindari melakukan pencurian.
 bertekad melatih diri menghindari melakukan perbuatan asusila
 bertekad melatih diri menghidari melakukan perkataan dusta
 bertekad melatih diri menghindari makan makanan atau minuman yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran dan menimbulkan ketagihan.

Dalam Budhisme juga dikenal teori reinkarnasi yaitu perbuatan masa lalu akan menentukan menjadi apa kita dimasa yang akan datang. Ada juga teori kausalitas yaitu sebab akibat dan konsep Nirvana yang bertujuan untuk membebaskan diri dari putaran roda hidup dan mati yang dilakukan melalui proses pencerahan melalui perbuatan-perbuatan baik.

Sources:
Tjeng, Lie Tek. 1983. Studi Wilayah pada umumnya, Asia Timur pada khususnya. Bandung: Penerbit Alumni
Budhisme di Cina 汉传佛教Dasar-dasar Filsafat Cina

Wednesday, 15 June 2016

Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa - Negara bisa diibaratkan dengan sebuah bangunan, tempat bernaungnya para penghuninya, yakni rakyat. Agar bangunan tersebut kokoh nan kuat, tentu harus memiliki dasar bangunan yang kuat serta kokoh pula.

Sama halnya dengan negara, agar negara bisa menjadi kuat dan kokoh, haruslah memiliki dasar negara yang kuat.Dasar negara merupakan cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai oleh negara itu. Cita-cita dan tujuan didirikannya suatu negara akan dijadikan sebagai pedoman dan arah dalam gerak langkah penyelenggaraan pemerintah negara.

Para pendiri Bangsa Indonesia telah mengatakan bahwa bangsa Indonesia memerlukan sebuah dasar bagi penyelenggaraan negara. Dasar negara tersebut biasa disebut dengan nama Ideologi Negara.

Ideologi berasal dari kata "idea" yang berarti ide, konsep atau gagasan, cita-cita, dan"logos" merupakan pengetahuan. Secara harfiah, Ideologi merupakan ilmu mengenai pemikiran, ide-ide, keyakinan atau gagasan.

Pancasila

Di dalam pandangan yang lebih luas, Ideologi adalah cita-cita, keyakinan dan kepercayaan yang dijunjung tinggi oleh suatu bangsa yang dijadikan pedoman hidup dan pandangan hidup dalam seluruh gerak aktivitas bangsa tersebut.

Dengan memiliki pandangan hidup yang jelas, kuat nan kokoh, suatu bangsa akan memiliki pegangan atau pedoman dalam memecahkan segala persoalan di berbagai bidang kehidupan yang timbul pada aktivitas masyarakat.

Dalam pandangan hidup, terkandung kehidupan yang dicita-citakan yang hendak diraih serta dicapai sesuai dengan pikiran yang dalam mengenai wujud kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, sehingga bangsa tersebut tidak bisa langsung untuk meniru pandangan hidup bangsa yang lainnya.
Pancasila sebagai pandangan hidup, sering disebut dengan way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia maupun petunjuk hidup. Walau ada banyak istilah mengenai pengertian dari pandangan hidup, akan tetapi pada dasarnya memiliki makna yang sama. Lebih lanjutnya, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa digunakan untuk petunjuk dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia baik dari segi sikap maupun setiap perilaku masyarakat Indonesia yang harus dijiwai oleh nilai-nilai luhur yang terkandung pada Pancasila.

Setiap bangsa di dunia yang ingin berdiri dengan kokoh dan mengetahui dengan jelas arah, ke mana tujuan yang ingin dicapai sangat memerlukan yang namanya"pandangan hidup". Tanpa mempunyai pandangan hidup, suatu bangsa akan mudah terombang-ambing untuk menghadapi berbagai masalah yang timbul, baik persoalan dari masyarakatnya sendiri maupun persoalan dunia.

Pandangan Hidup adalah sebagai prinsip atau asas yang mendasari berbagai jawaban mengenai pertanyaan dasar untuk apa seseorang itu hidup. Berdasar dari pengertian tersebut, maka dalam pandangan hidup bangsa terkandung konsepsi dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan, terkandung pula dasar pikiran terdalam serta gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik.

Pandangan hidup bagi suatu negara menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan dan lestarinya bangsa. Hal ini disadari oleh pendiri bangsa seperti bisa kita buktikan pada pidato Mohammad Yamin pada sidang BPUPKI yang pertama. Di dalam sidang BPUPKI tersebut, Mohammad Yamin menyatakan bahwa :
"... rakyat Indonesia mesti mendapat dasar negara jang berasal dari peradaban kebangsaan Indonesia; orang timur pulang kebudajaan timur.
"... kita tidak berniat lalu akan meniru sesuatu susunan tata negara negeri luaran. Kita bangsa Indonesia masuk jang beradab dan kebudajaan kita beribu-ribu tahun umurnya."
Para pendiri negara dengan dilandasi pemikiran dan semangat kebangsaan tinggi telah sepakat bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Mengapa harus Pancasila? Para pendiri negara memiliki pemikiran bahwa pandangan hidup bangsa harus tepat dengan ciri khas Bangsa Indonesia, oleh karena itu diambil dari kepribadian bangsa yang tertinggi dan konsepsi mendasar dari norma bangsa.

Pancasila dianggap oleh pendiri bangsa Indonesia memiliki nilai kehidupan yang paling baik.

Disepakatinya, disetujuinya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia telah melalui serangkaian proses yang panjang serta pemikiran mendalam dan nantinya dijadikan dasar dan motivasi dalam segala bentuk sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan negara sebagaimana yang telah tercantum di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sunday, 12 June 2016

Permasalahan Kemiskinan di Indonesia


Kemiskinan di Indonesia


Antara pertengahan tahun 1960-an sampai tahun 1996, waktu Indonesia berada dibawah kepemimpinan Pemerintahan Orde Baru Suharto, tingkat kemiskinan di Indonesia menurun drastis - baik di desa maupun di kota - karena pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat dan adanya program-program penanggulangan kemiskinan yang efisien. Selama pemerintahan Suharto angka penduduk Indonesia yang tinggal di bawah garis kemiskinan menurun drastis, dari awalnya sekitar setengah dari jumlah keseluruhan populasi penduduk Indonesia, sampai hanya sekitar 11 persen saja. Namun, ketika pada tahun 1990-an Krisis Finansial Asia terjadi, tingkat kemiskinan melejit tinggi, dari 11 persen menjadi 19.9 persen di akhir tahun 1998, yang berarti prestasi yang sudah diraih Orde Baru hancur seketika.

Tabel berikut ini memperlihatkan angka kemiskinan di Indonesia, baik relatif maupun absolut:

STATISTIK KEMISKINAN DAN KETIDAKSETARAAN DI INDONESIA:

 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Kemiskinan Relatif
(% dari populasi)
 17.8 16.6 15.4 14.2 13.3 12.5 11.7 11.5 11.0
Kemiskinan Absolut(dalam jutaan)   39   37   35   33   31   30   29   29   28
Koefisien Gini/
Rasio Gini
    - 0.35 0.35 0.37 0.38 0.41 0.41 0.41    -
Sumber: Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS)
Tabel di atas menunjukkan penurunan kemiskinan nasional secara perlahan. Namun, pemerintah Indonesia menggunakan persyaratan dan kondisi yang tidak ketat mengenai definisi garis kemiskinan, sehingga yang tampak adalah gambaran yang lebih positif dari kenyataannya. Tahun 2014 pemerintah Indonesia mendefinisikan garis kemiskinan dengan perdapatan per bulannya (per kapita) sebanyak Rp. 312,328. Jumlah tersebut adalah setara dengan USD $25 yang dengan demikian berarti standar hidup yang sangat rendah, juga buat pengertian orang Indonesia sendiri. Namun jika kita menggunakan nilai garis kemiskinan yang digunakan Bank Dunia, yang mengklasifikasikan persentase penduduk Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari USD $1.25 per hari sebagai mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, maka persentase tabel di atas akan kelihatan tidak akurat karena nilainya seperti dinaikkan beberapa persen. Lebih lanjut lagi, menurut Bank Dunia, angka penduduk Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari USD $2 per hari mencapai angka 50.6 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2009. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia hidup hampir di bawah garis kemiskinan. Laporan lebih anyar lagi di media di Indonesia menyatakan bahwa sekitar seperempat jumlah penduduk Indonesia (sekitar 60 juta jiwa) hidup sedikit di atas garis kemiskinan.
Dalam beberapa tahun belakangan ini angka kemiskinan di Indonesia memperlihatkan penurunan yang signifikan. Meskipun demikian, diperkirakan penurunan ini akan melambat di masa depan. Mereka yang dalam beberapa tahun terakhir ini mampu keluar dari kemiskinan adalah mereka yang hidup di ujung garis kemiskinan yang berarti tidak diperlukan sokongan yang kuat untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan. Namun sejalan dengan berkurangnya kelompok tersebut, kelompok yang berada di bagian paling bawah garis kemiskinanlah yang sekarang harus dibantu untuk bangkit. Ini lebih rumit dan akan menghasilkan angka penurunan tingkat kemiskinan yang berjalan lebih lamban dari sebelumnya.

KEMISKINAN DI INDONESIA DAN DISTRIBUSI GEOGRAFIS

Salah satu karakteristik kemiskinan di Indonesia adalah perbedaan yang begitu besar antara nilai kemiskinan relatif dan nilai kemiskinan absolut dalam hubungan dengan lokasi geografis. Jika dalam pengertian absolut lebih dari setengah jumlah total penduduk Indonesia yang hidup miskin berada di pulau Jawa (yang berlokasi di bagian barat Indonesia dengan populasi padat), dalam pengertian relatif propinsi-propinsi di Indonesia Timur menunjukkan nilai kemiskinan yang lebih tinggi. Tabel di bawah ini menunjukkan lima propinsi di Indonesia dengan angka kemiskinan relatif yang paling tinggi. Semua propinsi ini berlokasi di luar wilayah Indonesia Barat seperti Jawa, Sumatra dan Bali, yang adalah wilayah-wilayah yang lebih berkembang.

PROPINSI DENGAN ANGKA KEMISKINAN RELATIF TINGGI

Papua          27.8%
Papua Barat          26.3%
Nusa Tenggara Timur          19.6%
Maluku          18.4%
Gorontalo          17.4%
¹ persentase berdasarkan total penduduk per propinsi bulan September 2014
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Tingkat kemiskinan di propinsi-propinsi di Indonesia Timur ini, di mana sebagian besar penduduknya adalah petani, kebanyakan ditemukan di wilayah pedesaan. Di daerah tersebut masyarakat adat sudah lama hidup di pinggir proses dan program pembangunan. Migrasi ke daerah perkotaan adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan pekerjaan dan - dengan demikian - menghindari kemiskinan.
Bertentangan dengan angka kemiskinan relatif di Indonesia Timur, tabel di bawah ini menunjukkan angka kemiskinan absolut di Indonesia yang berkonsentrasi di pulau Jawa dan Sumatra.

PROPINSI DENGAN ANGKA KEMISKINAN ABSOLUT TINGGI

Jawa Timur       4.7
Jawa Tengah       4.6
Jawa Barat       4.2
Sumatra Utara       1.4
Lampung       1.1
¹ dalam jumlah jutaan pada bulan September 2014
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Poverty in Indonesia - Indonesia's Poorest Provinces - Relative and Absolute Poverty in Indonesian Society - Indonesia Investments Delft Jakarta
Stabilitas harga makanan (khususnya beras) adalah masalah penting bagi Indonesia sebagai negara yang penduduknya menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk membeli beras. Oleh karena itu,tekanan inflasi harga beras (misalnya karena gagal panen) dapat memiliki konsekuensi serius bagi mereka yang miskin atau hampir miskin dan secara signifikan menaikkan persentase angka kemiskinan di negara ini.

KEMISKINAN DI INDONESIA: KOTA DAN DESA

Indonesia telah mengalami proses urbanisai yang cepat dan pesat. Sejak pertengahan 1990-an jumlah absolut penduduk pedesaan di Indonesia mulai menurun dan saat ini lebih dari setengah total penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan (20 tahun yang lalu sekitar sepertiga populasi Indonesia tinggal di kota).
Kecuali beberapa propinsi, wilayah pedesaan di Indonesia relatifnya lebih miskin dibanding wilayah perkotaan. Angka kemiskinan pedesaan Indonesia (persentase penduduk pedesaan yang hidup di bawah garis kemiskinan desa tingkat nasional) turun hingga sekitar 20 persen di pertengahan 1990-an tetapi melonjak tinggi ketika Krisis Finansial Asia (Krismon) terjadi antara tahun 1997 dan 1998, yang mengakibatkan nilainya naik mencapai 26 persen. Setelah tahun 2006, terjadi penurunan angka kemiskinan di pedesaan yang cukup signifikan seperti apa yang ditunjukkan tabel dibawah ini:
 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Kemiskinan Pedesaan
(% penduduk yg hidup di bawah garis kemiskinan desa)
 20.0 21.8 20.4 18.9 17.4 16.6 15.7 14.3 14.4 13.8
Sumber: Bank Duna dan Badan Pusat Statistik (BPS)
Angka kemiskinan kota adalah persentase penduduk perkotaan yang tinggal di bawah garis kemiskinan kota tingkat nasional. Tabel di bawah ini, yang memperlihatkan tingkat kemiskinan perkotaan di Indonesia, menunjukkan pola yang sama dengan tingkat kemiskinan desa: semakin berkurang mulai dari tahun 2006.
 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Kemiskinan Kota
(% penduduk yg tinggal di
bawah garis kemiskinan kota)
 11.7 13.5 12.5 11.6 10.7  9.9  9.2  8.4  8.5  8.2
Sumber: Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS)
Dalam dua tabel di atas, terlihat bahwa pada tahun 2005 dan 2006 terjadi peningkatan angka kemiskinan. Ini terjadi terutama karena adanya pemotongan subsidi BBM yang dilakukan oleh pemerintahan presiden SBY diakhir tahun 2005. Harga minyak yang secara internasional naik membuat pemerintah terpaksa mengurangi subsidi BBM guna meringankan defisit anggaran pemerintah. Konsekuensinya adalah inflasidua digit antara 14 sampai 19 persen (yoy) terjadi sampai oktober 2006.

KETIDAKSETARAAN DI INDONESIA YANG SEMAKIN MELUAS?

Koefisien GINI, yang mengukur ketimpangan distribusi pendapatan, menunjukkan tren penurunan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah koefisien 0 menunjukkan kesetaraan yang sempurna, sedangkan koefisien 1 menunjukkan ketimpangan sempurna. Namun, kita masih dapat mempertanyakan metodologi koefisien GINI ini karena ia membagi penduduk dalam lima kelompok, masing-masing berisi 20 persen dari populasi: dari 20 persen terkaya sampai ke 20 persen termiskin. Selanjutnya, koefisien ini mengukur kesetaraan (dan ketimpangan) antara kelompok-kelompok tersebut. Ketika menggunakan koefisien ini untuk Indonesia masalah yang timbul adalah negara ini memiliki karakter ketidakseimbangan ekstrim dalam setiap kelompoknya, sehingga membuat hasil koefisien GINI kurang selaras dengan kenyataan. Terlebih lagi media di Indonesia sering melaporkan bahwa kesenjangan antara miskin dan kaya di Indonesia sebenarnya justru semakin meluas.